blog image

Perusahaan Asal Bojonegoro Ini Terima Penghargaan Siddhakarya

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com – Potensi sumber daya yang ada di Bojonegoro bisa bernilai ekonomis tinggi, jika diolah sesuai kebutuhan pasar. Seperti halnya kripik singkong ‘Matoh’ yang diproduksi PT Pareto Estu Guna, di Desa Kabunan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro diekspor ke Negera China.

“Ekspor perdana ke China, keripik singkong khas Bojonegoro,” kata Muhammad pujiono

Factory Manajer saat mempersiapan pengiriman keripik ke China, Jumat (23/8/2019).

Menurutnya, keripik singkong yang diekspor ada enam varian rasa yakni sambel purut hot, oroginal soya, balado, manis asin dan keju. Untuk produksinya, singkong tersebut ditanam sendiri di lahan sekitar 4 hektare yang ada di Parengan, Tuban dan Pumpungan Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.

“Dengan diolah menjadi produk seperti ini, singkong menjadi lebih mahal harganya. Apalagi non MSJ tidak pakai pengawet, helty food. Setidaknya sejak perusahaan berdiri mempekerjakan 25 sampai 30 karyawan dari lokal,” ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Ditambahkan, untuk memproduksi keripik singkong dalam seminggu menghabiskan 2,5 ton sampai 4 ton. Pasalnya untuk pasar selain eskpor ke China yang pertama ini sudah banyak dijual di Jakarta, Padang, Malang, Surabaya dan kota-kota besar yang lainnya. “Harapannya terus ekspor, seperti komitmen bapak Jokowi. Rencananya September akan ekspor lagi ke quwait,” pungkasnya. [zid/lis]

Post Comments

Translate »